Keajaiban Keluarga

Lebih kurang satu bulan aku melakukan perjalanan Jawa-Sumatera yang menguras energi, emosi dan pikiranku. Memang, perjalananku kali ini agak berbeda dengan perjalanan-perjalananku sebelumnya. Kalau sebelum-sebelumnya perjalananku lebih kepada sekedar melepas kangen dengan kerabat dan teman-teman atau sekedar “laporan” rutin ke kantor atau juga sekedar “menampakkan” wajah ke mahasiswa, namun kali ini aku melakukan perjalanan dengan misi penting; KELUARGA.

Perjalananku ini membuatku letih jiwa dan raga. Banyak “pe-er” yang harus kuselesaikan. Setelah semuanya terjamah, meksi belum terselesaikan benar, aku kembali ke keluargaku di Jogja. Begitu sampai di rumah, secara ajaib, semua keletihan itu berubah menjadi sebuah energi baru… Luar biasa!

Aku tidak hendak membagi “keletihanku” disini, tapi justru aku ingin membagi kebahagiaanku karena begitu mudahnya keletihanku itu terhapuskan begitu aku bertemu dengan keluargaku. Benar kata orang bijak, “keluarga adalah pelabuhan jiwa, tempat kita melabuhkan segala penat dan duka”.

Aku merasa bersalah, karena sering merasa sebal ketika anakku mengganggu konsentrasi kerjaku, hanya gara-gara minta diambilkan mobil-mobilannya yang nyangkut di kolong tempat tidur, atau tingkah polah lainnya. Dengan “keajaiban” yang kualami saat ini, aku tersadar sepenuhnya bahwa tidak ada alasan bagiku untuk sebal dengan mereka. Aku benar-benar butuh mereka!

~oOo~

Catatan Kyaine: Membaca judul tulisan yang bertanggal 23 Januari 2008 ini saja sudah menarik perhatian saya. Ya, tidak hanya Uda Vizon saja yang pernah merasakan sebal kepada anak-anaknya, saya pun demikian. Pekerjaan kantor yang padat dengan berbagai macam tekanan yang membuat stress kadang terbawa sampai ke rumah. Emosi akan mudah tersulut hanya karena tingkah polah anak-anak yang berisik ketika bermain-main. Di tengah malam ketika saya menengok kamar anak-anak [untuk sekedar mematikan lampu kamar atau membetulkan selimut mereka], saya terkesiap menyaksikan wajah polos mereka yang dalam keadaan terlelap. Saya usap wajah tanpa dosa itu, sambil berucap “maafkan papamu yang tadi membentakmu” dan tak terasa menetes air mata. Saya sangat berharap Ustadz Vizon segera berkunjung ke Padeblogan, untuk memberikan pencerahan kepada para pembaca yang telah meninggalkan komentarnya di sini.

Sumber artikel : http://hardivizon.com/2008/01/23/keajaiban/

49 thoughts on “Keajaiban Keluarga

    • Bundo dan Pakde… soundtrack itu sangat akrab di telinga beberapa tahun lalu, ketika sinetron Keluarga Cemara ditayangnya. Lagu itu kembali saya dengar sekitar sebulan yang lalu dalam sebuah seminar parenting. Dalem sekali maknanya dan sungguh merasuk ke dalam hati… Jadi rindu dengan sinetron-sinetron semacam itu ya… 🙂

      Kalau soundtrack SI adalah “Hanya Satu” dari Mocca 🙂

  1. kadangkala memang anak berulah saat kita butuh konsentrasi, atau saat kita lelah, namun bagaimanapun juga anak kita tetaplah yang menentramkan hati kita setelah seharian penat bekerja

    • Mas Narno, secara alamiah, setiap manusia dianugerahi rasa “membutuhkan” akan kehadiran seorang anak dalam hidupnya. Namun, kepongahan akibat modernisasi, telah membuat “kebutuhan” itu berubah menjadi “keengganan”. Orang-orang yang seperti itu, sesungguhnya sedang melakukan pertarungan antara logika dan nurani. Sayangnya, seringkali logika mengalahkan nurani….

      Pakde… ayah saya juga sekarang telah beralih perhatiannya kepada cucu-cucunya. Saya jadi tahu penyebabnya dari komentar Pakde itu; yakni kami para anak-anaknya sudah tidak lucu-lucu lagi, hahaha… 😀

  2. Ah …
    mata saya berkaca-kaca …

    Yes Indeed … keluarga adalah segalanya bagi saya …
    manakala hati kesal karena tingkah mereka …
    beberapa saat kemudian kita pasti menyesal telah berkata yang mungkin terlalu keras kepada mereka …

    sesungguhnya mereka sangat butuh perhatian kita

    Salam saya Uda
    Salam saya Mas Gus …

    • ah….saya juga kadang merasa terlalu keras kepada anak-anak
      namun ketika melihat mereka tidur ada airmata mengambang dimata ini.
      haruskah anak-anak saya disiplinkan seperti serdadu
      anak-anak tetap anak-anak dengan dunianya
      anak-anak bukan orang dewasa dalam ukuran mini….
      Oom..punya sapu tangan…elek-elek dikit nggak apa-apa….airmata mengalir deras nich

    • Waduh… Om dan Pakde kok jadi mewek gitu? Gak enak hati saya jadinya… hahaha… 😀

      Di saat keletihan, terkadang emosi tidak terkontrol dengan baik, akibatnya anak-anak sering menjadi sasaran kemarahan. Padahal, mereka rindu sekali ingin bergelayut di lengan dan pundak kita…

      Salam saya Om Nh
      Salam saya Pakde

  3. uda sedang berbicara, saya menyimak saja
    membaca untaian keluarga, memang keluarga adalah tempat kembali setelah bersibuk dan bercapek di luar dengan berbagai urusan. Keluarga menjadi tempat istirahat yang sempurna

    • Benar pak mandor
      apalagi anak-anak langsung mijat sambil cerita…tentang anak-anak mereka
      mak nyesssss..capek ngeblog jadi nggak terasa (soalnya saya nggak kerja)

    • Kang Mandor… semoga kita tetap memahami hakikat keluarga dan fungsinya dalam kehidupan kita…

      Pakde… kalau capek ngeblog, nanti biar dibantuin sama cucu-cucu ya, hehe… 😀

    • Pulanglah nak….
      aku menunggumu
      aku sudah lama ingin memelukmu

      Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
      1. ” Kontes Menulis Opini ”
      2. ”The Amazing Picture ”,
      3. ”The Twin Contest”
      4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
      dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.

      dan jangan lewatkan weekend anda tanpa mengikuti Kontes Mini Keluarga Blogger

      Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
      Terima kasih

    • Kita doakan agar jika suatu saat kelak Ram memiliki keluarga, akan mampu menjalankannya dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan…

      Pakde…. maaf banget, saya gak bisa ikutan dalam kehebohan ulangtahun blogcamp. Saya ikut makan-makan aja nanti, haha… 😀

  4. keluarga adalah segalanya bagi saiyah,mempunyai ayah,ibu dan kakak yang hebat..

    meski terkadang suka debat kusir sama kakak dan emak,mreka tetap berada digarda terdepan ketika adinya ini menghadapi masalah

    and Luv yu too pakdheee.. 🙂

  5. hmm…. tidak bisa dipungkiri jika aku pernah memarahi kedua anakku… .mungkin penyebabnya sama.. saat kepala ini pusing memikirkan pekerjaan dan hal lainnya, maka ketika anak2 tidak menurut apalagi membantah, maka kemarahan itu muncul hingga tak jarang mereka nangis… jika sudah begitu, aku biasanya mendekati mereka saat menjelang tidur.. menjelaskan mengapa tadi aku memarahi mereka sekaligus minta maaf… dalam hati aku menyesal karena sesungguhnya mereka adalah titipanNya dan rezeki yang aku raih saat ini adalah karena mereka..seharusnya aku bisa lebih bersabar….

    dan anak2 adalah pemberi semangat nomor satu buatku.. 🙂

    • Tak jarang orangtua yang “enggan” meminta maaf kepada anak-anaknya, Ceu…
      Padahal, dengan permohonan maaf itu, akan menghapus memori buruk dalam diri anak karena dimarahi tadi. Semoga kita selalu menjadi orangtua yang bijak dan senantiasa bersyukur akan kehadiran anak di kehidupan kita… 🙂

  6. Pas ngelihat keponakan2 saya yang bandelnya setengah mati, ngebetein banget 😦
    Tapi mungkin memang masa sekarang ini merupakan ujian juga bagi keluarga, bisa sabar apa nggak 😀

    • Sebetulnya tidak ada anak yang bandel… yang ada adalah anak aktif dan kreatif… kita saja sebagai orang dewasa yang mengukur mereka dari sudut pandang kedewasaan kita, sehingga menilai mereka seperti itu…

  7. Subhanallah… saya tidak menyangka tulisan lama itu terpampang di sini. Maafkan saya Guskar, sudah sangat lama tidak berkunjung ke sini. Ini gara-gara Bank Waktu yang tak memberi saya “bonus” untuk sekedar bisa menyambangi blog teman-teman…

    Ok, saya sudah dapat ijin dari Bank Waktu untuk duduk manis hari ini di Padeblogan. Untuk itu, sekarang kita mulai… 🙂

    **terima kasih sangat Guskar**

  8. bunda jadi terharu ,Nyiak. 😥
    ingat dulu sewaktu anak2 masih kecil, kenapa ya ada rasa tdk sabar ,lalu membentak atau memarahi ?
    Keluarga adalah tempat yg selalu kita rindukan, ketika jauh.
    Keluarga adalah tempat teduh yg menetramkan.
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s