Dikunjungi Tuhan

Mari berbalas kunjungan dengan Tuhan. Tuhan ke rumah kita, kita ke rumahNya.

Rumah Tuhan sih jelas-jelas apik. Saban ke sana rasanya betah-krasan. Adem-ayem. Rumah Tuhan lapang lega, semua orang muat, semua amal tercatat, semua suguhan maknyus.

Rumah kita? Waduh, malunya.

Padahal Tuhan ingin berkunjung. Untuk menghormati kunjungan kita ke rumahNya. Untuk menilik, apa kabar ciptaan di rumahnya. Tapi rumah kita kecil, sempit, gentengnya bocor, ubinnya retak, debunya numpuk.

Suatu hari, karena kelamaan ga diundang-undang juga ke rumah kita, Tuhan nitip telegram lewat hujan & banjir. “Sob, lu masih inget Gue ga sih? Masih sayang Gue ga sih?”

Sambil nimba air yang masuk ke dalam rumah, kita balas telegram Tuhan. “Han, rumahku lagi acak adul gini. Masih mau ke sini?”

Tuhan pun datang, “Lagi acak adul aja Aku datang, apalagi kalau lagi rapi resik. Aku di mana kamu memanggilKu.”

___________________
Ditulis oleh : Alia Makki

34 thoughts on “Dikunjungi Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s