Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#8)

Teruntuk Sang Bunda

Oleh: Nenyok

Bunda..Ku pernah radangkan hatimu hingga bulan menutup matanya karena jengah dan malu melihat manusia seperti aku manusia tak tahu malu.

Bunda..Ku pernah gejolakkan amarah jiwamu hingga matahari berpaling menjauhkan senyum paginya, enggan membagi cahaya untukku, manusia seperti aku, yang penuh penolakan

Bunda..Ku pernah mengalirkan sungai untuk airmatamu hingga tangis hujan tercurah deras, tuk samarkan pilumu, sejukkan hatimu dari tajamnya kata yang kutoreh dari serapahku yang bermata pisau kebencian

Bunda..Ku ingat suatu kala, lakuku menusuk kalbumu hingga berakhir dalam sesalanku yang begitu lekat melekat dan kuharap lenyap dari pandanganmu seketika..

Bunda..Kau tetaplah seorang Bunda, manusia setengah dewa, berhati emas bertelapak kaki surga, Tak kan bergeming dari kasih abadi tercurah ruah bagi belahan jiwa, tak terkecuali untukku, anakmu yang penuh dosa..

Bunda..Jika saja kuhimpun langit dan bumi di belakangku
Menebus segala dosaku, pasti tak kuasa menyamai ketulusanmu
Tak tertandingi untaian jutaan maafmu, bagiku manusia tak berbudi…

Bunda..Sungguh, aku rela terhukum selamanya
Dalam penjara hampa, jika saja tangis laramu terganti bahagia
Jika saja gunungan perihmu terganti senyum ceria
Bunda akan kulakukan apa saja, agar kau selalu dan selalu memelukku dalam doa yang terlantun tiada jemu sepanjang hidupmu..

Bunda..Sungguh di pekat malam, di setiap dentangan waktu
Di jernih hatiku..aku mecintaimu walau tak pasti ku membalasmu
Namun, maafkanlah aku, kumohon dengan sangat..teramat sangat….

Rabb..Sang Maha Pengasih
Di pintu-Mu aku mengetuk, terlirih doa untuk bunda
Ampunkanlah dosa-dosanya,mudahkan timbangan kebaikannya kelak
Jauhkan mereka dari siksa-Mu, biarkan mendekap khusnul khatimah di nafas terakhirnya

“Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”

Amin Ya Rabbal Alamin

(The nightfall, December, 7 2009)

Catatan Kyaine:
Selain lagu, ada bahasa yang universal untuk mengungkapkan isi hati: sajak atawa puisi. Tidak ada aturan yang baku, baik dari tata bahasa maupun susunan kalimatnya. Ini soal cita rasa. Dari sekian artikel yang diikutkan dalam MTBI, beberapa di antaranya berupa puisi. Rasanya kurang lengkap kalau salah satu darinya tidak ditampilkan di Karnaval Blog ini, dan saya memilih “Teruntuk Sang Bunda” karya Nenyok. Seingat saya, di dalam pelajaran bahasa Indonesia di SD dulu, pernah disuruh ibu guru membuat sebuah puisi untuk ibu dan dibacakan di depan kelas. Dengan gaya seperti Rendra, saya mendeklamasikan puisi saya itu.
Saya yakin masing-masing anak mempunyai cara sendiri mengungkapkan perasaan terhadap ibunya, entah menuliskan dalam bentuk puisi, yang pintar musik dituliskan dalam bentuk lagu, atau menuliskan di buku hariannya. Kalau cara Panjenengan mengungkapkan perasaan bagaimana?

32 thoughts on “Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#8)

  1. Sengaja menunggu, untuk memastikan tebakanku tak meleset di hari ke 8 MTBI 🙂
    Selamat Ney.. puisimu memang selalu luar biasa..!

    hmm, caraku mengungkapkan perasaan pada ibu? dengan meneleponnya dan merajuk kenapa minggu ini ibu ndak pulang ke Bukittinggi 😀

  2. Salam Takzim
    Kalau ungkapan disaji oleh orang yang ahli dalam menyusun kalimat memang pantas mendapat ucapan selamat, tetapi kalau ungkapan MTBI disaji oleh puiser itu akan lebih mengugah siapapun, puisi tersaji bukan dari sembarang orang tetapi dari orang-orang pilihan
    Salam Takzim Batavusqu

  3. Salam Takzim
    oh iya kepada sahabatku Nenyok dan pak Guskar izin penutup MTBI#8 ini saya akan copas di blog saya sebagai upacara di hari ibu. Selamat Hari IBU yang ke 71 semoga butiran-butiran keringat para ibu saat mengandung dan membesarkan kita mendapat balasan yang lebih besar dari Allah SWT
    Salam Takzim Batavusqu

  4. Saya pernah dimarahi emak gara-gara nggak muncul dirumah wetan padahal jaraknya hanya 10 meter. Emak bilang ” Kamu pulang tapi nggak pernah ngobrol sama emak”. Waduhhhh…saya kira sudah tiap hari ketemu masa harus ada acara kunjungan kenegaraan sih. Rupanya emak kangen juga sama blogger reaksi cepat ini.
    Saya nggak pernah mengungkapkan rasa kepada emak kayak di film barat ” I love you mom”, tapi saya ungkapkan rasa melalui perilaku. Bagi emak, asal kita nggak neko-neko itu berarti sudah membahagiakan orang tua. Soalnya ada anak yang hobinya menjual padiiiiii saja, ngrusuhi orang tua terus.

    Nenyok pintar menyusun aksara, bagus.
    Salam hangat dari Surabaya

  5. Saya sependapat Gus, blog ini juga untuk mengungkapkan perasaan, tentunya dengan gaya bahasa saya sendiri yang mungkin asbun, ha..ha..

    Selamat Mba Ney. kalau saya bisa satu tahun membuat curahan hati kok seperti kalimat di atas, malahan bisa jadi nggak pernah bisa, hua..hua…
    .-= Badruz punya artikel menarik dengan judul ..Beralih ke Cucunya =-.

  6. semua kata2 indah utk ibunda disini, sepertinya sudah bisa mewakili perasaan semua anak pd ibunya.
    kalau saya kangen ibu, paling hanya bisa menelepon.
    kalaupun bisa datang mengunjunginya, malah menghabiskan makanan yg ibu masak.
    selamat utk Nenyok telah terpilih dlm acara MTBI nya Guskar.
    salam.
    .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..”Pulang” =-.

  7. Gak kuat melanjutkan membacanya. Gak kuat menahan haru.
    Selamat-selamat.
    Dan selamat khusus kepada Sahabat saya Guskar yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. Sungguh luar biasa memilih tulisan yang pas.
    Salam sukses selalu.

  8. Selamat Untuk pemenangnya.
    Yang lebih penting pesan yang ingin disampaikan ….
    Duh jadi haru… ibu saya sudah di sisi-Nya….

    Pesan saya…. sayangilah dan cintailah beliau selagi sempat… atau akan menyesal.
    .-= xitalho punya artikel menarik dengan judul ..Anxiety =-.

  9. Kayaknya aku ketangkep kering sama aki-aki kurang kerjaan neh..
    Selamat buat Nenyok.. puisinya bagus banget.. tajam menorehkan nyeri dihatiku seakan akulah yang membuat radang dihari bunda.. duuh ney.. ney.. si geulis meuni pinter..

  10. Kalau Saya ?

    Saya akan ungkapkan ke Yang Maha Kuasa …
    Saya akan ceritakan kepada Yang Maha Memberi
    Bahwa saya punya Ibu yang sangat baik …
    Bahwa saya punya Ibu yang sangat luarbiasa …
    Dan saya sangat bersyukur karenanya …
    Telah diberi Ibu seperti Beliau …

    Salam saya
    .-= nh18 punya artikel menarik dengan judul ..KOIN UNTUK PRITA =-.

  11. Salam,
    *Curhat mode on
    Akh..finally saya bisa online lagi setelah selama seminggu hiatus karena terpaksa (biasa soal teknis Mas), and its surprising me, ga nyangka banget tapi sungguh saya malu apalagi Bundo Rahmi selalu aja kasih pujian, duh sungguh Bun, malunya nenyok

    To All:
    So, especially buat Panjenengan Kyaine, saya haturkan terimakasih semoga Allah SWT membalas kebaikannya, juga buat sahabat semua yang sudah mengapresiasi coretanku disini, tak ada kata lain selain penghargaan yang penghormatan yang penuh dari saya, semoga menjadi kebaikan dunia dan akhirat bagi kita semua. Amin

    Mari sahabat, hari Ibu hanya salah satu momentum namun doa dan kebaikan yang bisa kita berikan untuk orangtua kita terutama Ibu insya Alloh bisa kita lakukan sepanjang hidup kita bahkan disaat mereka sudah meninggalkan kita. Amin

    wassalam
    -ney-
    .-= nenyok punya artikel menarik dengan judul ..Nyanyian Untuk Keadilan =-.

  12. wuihhh… bagus banget puisinya…. !!!
    pilihan dan untaian kata yang luar biasa untuk mengungkapkan isi hati pada sang bunda… pantaslah terpilih di MTBI ke-8 ini…

    salam kenal ya Ney..

    Buat semua teman blogger yang terpilih di acara MTBI ini…. two tumbs up for you all… tulisannya hebat-hebat.. !!
    .-= ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Dokumentasiku =-.

  13. tulisan-tulisannya bagus-bagus semua Kang…yang ini bikin saya lirih merindukan mama nan jauh disana..semoga Tuhan juga menjaga mama saya Amien..

    maaf Kang baru kunjung lagih ada masalah teknis nih sama koneksi sayah

    selamat malam & selamat beristirahat kang Gus 😀

    -salam- ^_^
    .-= Hariez punya artikel menarik dengan judul ..Pernah =-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s