Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#5)

Seorang Ibu Juga adalah Manusia Biasa

Oleh: Bunda Lily

Saya tidak akan membahas permasalahan yang menjadi pembicaraan para ahli, yang jelas, sebagai seorang anak kita kadang mengharapkan segala-galanya dari orang tua terutama ibu.

Bahwa ibu akan selalu melindungi kita, membenarkan perbuatan kita, mencintai kita tanpa syarat, walau kita bersalah sekali pun, kita mengharapkan sebuah pengabdian total dari seorang ibu, apabila tidak didapatkan, maka aneka pikiran dan prasangka akan datang melanda.

Dalam kehidupan, kita seringkali melihat apabila seorang ayah bukan seperti yg diharapkan anak-anaknya, hal ini dapat saja dimaklumi anak-anaknya, katakanlah seorang ayah kawin lagi atau mempunyai wanita lain, walau anak-anak tidak setuju, tetapi seringkali hal serupa dapat saja dimengerti, tetapi, akan lain halnya apabila seorang ibu yang berbuat demikian.

Memang, kita mengharapkan banyak sekali dari seorang ibu, ia mesti wanita yg mencintai, bijaksana, sanggup menderita, lembut, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang baik, yang kudus lainnya yang seringkali digambarkan sebagai sifat seorang ibu.

Malahan, tatkala seorang suami/ayah mempunyai wanita lain, akan terdengar suara-suara yang mengatakan: ” ini salah istrinya atau istrinya tidak mau mengerti suaminya atau istrinya susah untk diberi pengertian atau………dan atau lainnya yang masih banyak lagi ”.

Apa sebenarnya yang dapat kita harapkan dari seorang ibu ?

Seorang ibu juga adalah manusia biasa. Manusia yang kadang rapuh, tatkala ibu saya mulai sakit-sakitan, tatkala pernah ada tembok pemisah yang sukar ditembus antara saya dan ibu, saya teringat pada masa kecil, pada masa remaja saya.

Tatkala saya masih begitu kecil, belum mempunyai pengetahuan apa pun, ibu jugalah yang pertama kali memberikan pengetahuan tentang kehidupan, hampir semua pengetahuan yang saya dapat ketika masih kecil, saya dapatkan dari ibu.

Memang, ketika kita sudah besar, sudah mempunyai ilmu, yang kadang lebih banyak dari ilmu ibu kita, banyak hal-hal yang tenggelam dalam benturan-benturan hidup yang kita temui sehari-hari.

Salah paham, pandangan hidup yg berlainan, pergeseran dalam nilai, serta hal-hal lain yang terjadi karena adanya pandangan hidup yang lain di generasi yang berbeda, tetapi, bagaimana pun pertentangan yang ada antara kita dan ibu, janganlah menjadi penyebab kita menjauhinya.

Saat ini saya seringkali merasa miskin dan hampa. Karena saya pernah menyakiti hati ibu, sedangkan dulu ketika kita masih tinggal bersama-sama (dalam satu rumah yang sama), ia bagaikan udara segar yang dapat saya hirup, tidak pernah terbayangkan suatu saat kami akan berpisah, jika saja saya sadari hal itu sejak lama, mungkin akan banyak sekali yang akan saya perbuat untuk ibu.

Saya akan memanjakannya, saya akan sering-sering  menyenangkan hatinya, dan saya akan mementingkannya di atas kepentingan yang lain, dan saya akan selalu mematuhinya, tetapi semua waktu itu sudah berlalu, sesungguhnya Anda yang masih dapat bersama-sama hidup serumah dengan ibu, termasuk orang yang paling kaya di dunia.

Ada pesan seorang anak pada ibunya, akan saya tuliskan dalam bahasa Inggris sekaligus terjemahannya :

Message to my mother.
Dear mother, you are among the dearest treasure i can have in life.
You put gleam into my eyes.
A joy in my heart.
I know you try your best to weave the loom of life that i can live by many times, the threads that do not seem to fail into place.
They seem to be tangled, but my heart is assure that you can work it out the design that you can.
Not all designers in life are great and famous.
Some are weak, some are meek, some bold and some are strong.
But i know in my heart, mother.
If you could weave the loom of life perfectly, and take all of tangles out and be the greatest designer of all, that this you would do.
Forget it, mom. I love you.

Pesan untuk ibu.
Ibu, engkau adalah harta terindah yang kumiliki.
Kau beri cahaya di mataku, kebahagiaan di hatiku.
Aku tahu ibu telah mencoba untuk merajutkan benang-benang hidup yang kiranya sesuai untukku.
Tetapi ibu, seringkali benang-benang itu tersandung tidak sesuai dengan jalannya.
Tetapi ibu, kini aku yakin bahwa sebenarnya kau mencoba merajut sesuatu yang terbaik untukku.
Tidak semua perancang menjadi terkenal dan menghasilkan karya terbaik.
Ada dari mereka yang memang hebat, dan menghasilkan karya yang gemilang, tetapi ada pula yang rapuh dan tidak dikenal, malahan gagal juga.
Tapi, dalam hatiku ibu, aku tahu apabila ibu dapat  merajutkan benang-benang kehidupan yang terbaik untukku dan karenanya membuat ibu menjadi perancang yang terkenal dengan karya yang gemilang.
Aku yakin ibu akan membuatkannya untukku.
Apapun yang terjadi.
Lupakan saja, anakmu mencintaimu.

Salam cinta untuk ibunda tersayang.

 

Catatan Kyaine:
Dalam kisah Mahabharata tersebutlah Dewi Kunti, ia adalah ibu Yudhistira, Bima, dan Arjuna, tiga dari ksatria Pandawa Lima. Kunti istri pertama Pandu Dewanata, selain itu Kunti juga ibu dari Karna. Sepeninggal Pandu Dewanata, ia mengasuh Nakula dan Sadewa, anak Pandu Dewanata dari Dewi Madrim, madunya.
Masa lalu Kunti, lumayan suram. Kunti tidak ingin memiliki anak selagi masih muda. Maka ketika ia melahirkan seorang anak akibat hubungan gelapnya dengan Dewa Surya, maka ia memasukkan anak tersebut ke dalam keranjang dan menghanyutkannya ke sungai Aswa. Anak itu dipungut oleh seorang kusir di Hastinapura yang bernama Adirata, kemudian anak tersebut diberi nama Karna. Setelah pertempuran besar di Padang Kurusetra, Kunti yang sudah renta pergi ke hutan bersama dengan ipar-iparnya yang lain seperti Destarastra, Widura, dan Gandari untuk meninggalkan kehidupan duniawi. Mereka menyerahkan kerajaan kepada Yudhistira. Di dalam hutan, Kunti dan yang lainnya terbakar dan meninggal di sana. Pandawa Lima tiada sempat membahagiakan para ibunya, mereka sibuk dengan urusan dunianya sendiri.
Semoga, kita masih diberi kesempatan untuk membahagiakan ibu kita di masa tuanya. Anda sudah melakukannya, bukan? Kula ndherek bingah.

47 thoughts on “Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#5)

  1. Budaya kita memang selalu berpihak kepada kaum lelaki. Sehingga, seringkali kesalahan para lelaki dimaklumi saja. Namun, dengan bertambah majunya kehidupan dan pendidikan kita, seharusnya paradigma itu mulai dihilangkan.

    Saya juga belum mampu membahagiakan Ibu sepenuhnya. Baru sedikit yang saya perbuat untuk beliau.. Duh, malunya…

    Bunda Lily, selamat ya… 🙂
    .-= vizon punya artikel menarik dengan judul ..kopdar jogja =-.

  2. Salam Takzim
    Ada dua catatan yang saya akan ambil dari bunda, sebagai pemegang tiket MTBI di blognya pak Guskar
    Pertama ibu juga adalah manusia biasa; tetapi dalam membesarkan anak ibu adalah manusia yang luar biasa, dia dapat bertahan kokoh walau tanpa suami untuk menjadikan anaknya tumbuh mandiri
    Kedua pesan sahabat untuk ibu; sungguh pesan yang sangat bernilai, tetapi sayang ini bukan dari bunda
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Sisi Lain Malam 1 Suro di Bantul =-.

  3. Salam Takzim
    Saya sangat memberikan apresiasi kepada bunda Lily yang telah mengugah pak Guskar untuk memilih tulisan ini menjadi peserta MTBI#5, karena sesingkat apapun tulisan bila dia menyentuh pasti ratusan orang mengunjungi. Selamat buat bunda Lily semoga semakin sukses
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Sisi Lain Malam 1 Suro di Bantul =-.

    • Terima kasih banyak, Mas.
      Saya merasa bersyukur dan tdk menyangka sama sekali
      kalau tulisan curhat ini ternyata dipilih juga
      oleh Guskar, alhamdulillah.
      Saya ucapkan terima kasih juga utk Guskar.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  4. Ibu adalah segalanya bagi kita meskipun prilakunya mungkin kurang baik di mata orang lain akan tetapi kasih sayangnya kepada kita tidak akan pernah berubah, kasih sayang khas seorang ibu

  5. iya.. ibu juga manusia biasa Bunda… saya sering merasa bersalah saat tidak bisa setiap saat ada di dekat anak-anak saya..tapi di sisi lain, saya juga harus ‘kejar setoran’ untuk mereka juga… fiuhhh.. saya ingin melakukan segalanya..tapi tentu saja terbatas karena…ya.. ibu adalah manusia biasa…

    *pada saat bersamaan, saya juga sadar bahwa mungkin saya juga pernah meminta ibu melakukan hal yang saya inginkan… dan itu di luar kemampuannya… maaf aku untuk ibu… semoga saya diberi kesempatan membahagiakan beliau…

    salam kenal ya Bunda lily..
    .-= ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Dokumentasiku =-.

    • salam kenal juga Ceu.
      setelah menjadi seorang ibu, baru kita menyadari apa yg kita
      tuntut dr ibu kita dulu sangat lah berlebihan, namun dgn kasih sayangnya beliau
      masih saja tetap selalu mendoakan kita.
      senang rasanya bisa mengenal Ceuceu Sovi.
      salam hangat utk keluarga.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  6. Jika Ibumu berada dalam pemeliharaanmu sampai tua, perlakukan ibumu dengan hikmah. Itulah ajaran agama kita, namun sebagian besar dari kita sulit melaksanakan. Kecenderungan kita malah berlaku sebaliknya. Semoga Allah melindungi kita dari hal yang demikian.

    Maaf, ijinkan saya menyampaikan “Selamat Tahun Baru Hijriah 1431H”. Semoga di tahun baru ini kita mendapat keberkahan yang lebih dari Allah SWT.

    Salam hangat dari ujung timur Pulau Jawa,
    Bahtera Prabaswara

  7. Saya kebetulan masih di beri kesempatan. walaupun mungkin saya belum bisa membahagiakannya sesuai yang beliau inginkan, mendengarkan wejangannya, tak membantahnya, sering ngobrol santai bersamanya semoga bisa menghapuskan kekurang ajaranku dulu di waktu remaja. betapa kurang ajarnya diriku dulu, ketika pulang sekolah..hanya ada nasi sayuran tanpa ada lauknya…bisa jadi sayuran itu di buang atau malah nggak makan. betapa sakitnya Ibu mungkin dulu. sulit mencari duit, malah tak di hargai sama anaknya. tapi apa yang bisa di lakukan Ibu waktu itu, hanya terdiam dan berkata…besok kita masak yang enak. tak pernah membalasnya dengan ‘sana minggat koe’.

    • Alhamdulillah, beruntungnya Mas Badruz yg masih serumah dgn ibu tercinta.
      masih banyak yg bisa dilakukan utk membahagiakan beliau, walaupun beliau tdk mengharapkan balasan dr kita .
      Salam hormat utk ibunda tercinta.
      Semoga Allah swt selalu memberikan beliau kesehatan yg baik.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  8. Duh sedihnya ketika pertama kali berpisah besama ibu ketika saya pertama kalinya mengembara ke kota Solo. Dan sangat sedih lagi ketika ditinggal ibu untuk selamanya. Sudah terlambat saya ketika ada keinginan untuk memanjakan ibu. Sekarang saya usahakan untuk selalu mendoakannya.
    Trims atas artikelnya yang mengingatkan. Salam 🙂

    • Benar Kang Yayat, saya malahan sampai nggak bisa tidur waktu pertama
      kali pisah rumah dgn ibu, krn ikut suami.
      saya yakin ibunda Kang Yayat tersenyum dgn bahagia sekali disisiNYA, krn melihat kebahagiaan
      Kang Yayat dan cucu beliau.
      semoga Allah swt menempatkan beliau di tempat yg istimewa disisiNYA, amin.
      salam hangat utk keluarga.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  9. Selamat untuk Bundaku tersayang, terpilih di hari ke lima MTBI

    Alhamdulillah Bunda, aku jadi orang terkaya setiap akhir pekan karena ibu bersamaku. Walaupun saat bersama itu pun beliau hadir masih untuk memanjakan aku bukan sebaliknya. ibuku seorang pejuang, aliran Daya yang sungguh besar dari Sang Rabb kala beliau sendirian membesarkan kami 5 anaknya. dan aku percaya mama bahagia setiap saat apapun adanya kehidupan kami, walau tak semua harapannnya bisa terpenuhi.. Untuk memanjakan beliau aku masih harus banyak belajar, karena beliau adalah ibu yang punya segala sesuatu untuk dirinya sendiri. yang aku tahu beliau sudah cukup senang bila aku menemaninya ngobrol walaupun dengan Laptop di pangkuanku 🙂

    terimakasih atas tulisan indah ini bunda.

    • alhamdulillah, terima kasih banyak Bundoku cay………..
      atas doa bundoku juga ,Guskar akhirnya memilih tulisan curhat ini.
      Bahagianya Bundo bisa sering bertemu dgn mama terkasih.
      Semoga mamanya bundoku selalu diberi kesehatan yg baik oleh NYA, amin.
      salam hormat utk mama ya Bundoku cay.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  10. Selamat untuk Bunda Ly – Bunda don’t worry

    Postingan ini juga sekaligus mengingatkan pada kita semua …
    Seperti apapun kesibukan kita …
    Seperti apapun kerasnya kehidupan kita
    Janganlah kita melupakan Ibunda …

    It’s only one call away …

    Dengan kita menelfon saja … pasti Ibu kita sudah senang tak terkira
    Sungguh sederhana dan mulya seorang ibu …

    Salam saya
    .-= nh18 punya artikel menarik dengan judul ..BALANCING =-.

    • Terima kasih banyak,Mas Enha.
      benar, kadang2 hanya telepon saja kok kita tdk sempat ya.
      padahal hanya dgn mendengar kabar kita dan cucunya,beliau sudah bahagia sekali.
      semoga saya bisa lebih sering menemui ibu .
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Hijrahkan diri kita =-.

  11. salam hangat penuh kasih
    kunjungan perdana dan balasan
    makasih

    hem,
    saya lihat lihat memang berisi sejuta hikmah walaupun hanya satu blog

    lain masa saya akan sering-sering kesini, Insya Allah

    sekian

    🙂
    .-= KangUsup punya artikel menarik dengan judul ..Hanya Sahabat =-.

    • setuju Mas, karena tak terasa waktu berjalan demikian cepat,
      tanpa kita sadari, kita telah banyak kehilangan kesempatan
      untuk memanfaatkan waktu yg pendek ini bersama beliau.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Bahasa Allah. =-.

  12. Menarik sekali Bu. Selama ini memang masyarakat kita sering bersikap permisif terhadap kaum laki-laki. Sebuah kesalahan berjamaah. Kita harus kembali ke ajaran agama, karena agama tidak membedakan laki-laki atau perempuan. Tidak mengajarkan perlakuan yang berbeda.

    Tentang sosok Ibu, saya tidak begitu lama menikmati kelembutan hatinya. Beliau menghadap Yang Maha Kuasa ketika saya duduk di kelas 1 SMP puluhan tahun lalu. Kini hanya bisa mendoakannya saja.

    Terima kasih banyak.
    Salam.
    .-= abdul aziz punya artikel menarik dengan judul ..Hijrah : A Celebration of Light =-.

    • Terima kasih banyak Pak Aziz utk apresiasinya pd tulisan ini.
      saya ikut prihatin ttg ibunda Pak Aziz,
      dan mendoakan agar beliau diberikan tempat yg mulia disisiNYA, amin.
      salam hangat utk keluarga.
      salam.
      .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Bahasa Allah. =-.

  13. Ibu tetaplah ibu, tidak ada duanya didunia ini dan tidak ada satupun ( menurut saya ) yang mampu menggantikan kedudukan dan kemulian ibu kandung kita.
    Jika kemudian setelah kita memiliki pengetahuan (yang lebih ?) dari ibu banyak diantaranya yang condong mengganggap ibunya salah hanya karena perbedaan pemahaman, ibu juga sering berada pada posisi yang dipojokkan jika sang ayah memiliki wanita lain ( padahal sang ayah emang “buaya”).
    Seperti apapun penilaian orang terhadap ibu saya, dia adalah ibu saya. She is my Mom, i love her. Forever.
    .-= aldy punya artikel menarik dengan judul ..One Day on Guskar.com =-.

  14. Salam,
    Yup tak ada sosok sempurna memang, seorang Ibu juga adalah wanita yang mempunyai masalah yang perlu waktu untuk dirinya sendiri, segala kelebihan dan kekurangan yang lekat pada dirinya, so permaklumanlah yang terbaik yang bisa kita berikan juga bukan?
    .-= nenyok punya artikel menarik dengan judul ..Nyanyian Untuk Keadilan =-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s