Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#3)

I Just Wanna Say, I Love You Mom

Oleh: Ismi Humairo

Baru satu tahunan aku mengenalmu, tapi rasa sayangku ini tak ubahnya rasa sayangku pada Ibu kandungku sendiri.

Ya, she is my mother in law………

Sejak pertama kali bertemu, aku bisa melihat dan merasakan telaga nan sejuk dan bening terpancar dari matamu…sampai sekarang engkau tidak pernah menganggap aku sebagai menantu, dan setiap kali ada orang lain yang bertanya siapa aku, pasti engkau jawab “ini anakku….” Subhanallah…… indah sekali kata-kata itu, aku tidak pernah dianggap menantumu, tapi telah dianggap sebagai anakmu sendiri. Aku sayang Ibu………

Ibu dari seorang laki-laki yang sangat berarti di hidupku, seorang wanita kuat yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah sesudah kelemahan, seorang wanita tangguh yang telah melahirkannya, sesudah itu memelihara dan menyusuinya diringi kelelahan, kecapekan, dan kesulitan, dan perjuangan lagi kepayahan. Dan tak lupa engkau telah mendidiknya sehingga dia menjadi sosok yang kuat dan mampu berdiri. Seorang wanita yang telah menjadikannya sosok yang lembut nan berwibawa.

Terima kasih Ibu…………….. hanya itu yang bisa aku ucapkan. Terima kasih Bu……….. karena sampai detik ini engkau telah banyak memberiku kehangatan yang tak pernah aku dapatkan dari cerita-cerita teman tentang mertua mereka!!! Aku sangat beruntung mendapatkanmu, mendapatkan sosok wanita super dan selalu sabar dengan tingkah kekanak-kanakanku ini.

Maafkan aku Bu, jika selama ini pernah ada salah, aku memang bukan apa-apa….Ya inilah aku dengan segenap kekuranganku….aku tidak semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah pun tak setabah Fatimah….aku hanya wanita akhir jaman yang punya cita-cita ingin menjadi wanita, istri dan ibu yang sholihah sepertimu…….

Terima kasih atas semuanya yang telah engkau berikan kepadaku…
I Just Wanna Say, I Love You Mom……
Happy Mother’s Day……

 

Catatan Kyaine:
Di dalam rubrik-rubrik konsultasi psikologi di media sering kita baca keluhan menantu yang tidak cocok dengan mertuanya, terutama menantu perempuan dengan ibu mertuanya. Banyak alasan yang dikemukakan oleh sang menantu seperti ibu mertua yang suka ikut mengatur dapur, terlibat dalam keputusan yang diambil oleh anak lelakinya, atau hal remeh temeh lainnya. Pernikahan pada hakekatnya menyatukan dua keluarga: ibumu adalah ibuku, bapakmu adalah bapakku, karena mereka adalah kakek-nenek anak-anak kita!
Dalam tulisannya, Ismi merasa sangat beruntung mempunyai ibu mertua yang sangat menyanyanginya, bahkan ia dianggap seperti anak sendiri. Lalu, pripun dengan kondisi panjenengan? Apakah Anda seberuntung Ismi?

49 thoughts on “Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#3)

  1. Salam Takzim
    Wah kalau penyampaiannya sudah seperti itu berarti mbak ismi ga perlu lagi deh menganggap ibu suaminya sebagai mertua, sungguh kurang adil kalau menganggapnya sebagai mertua, sementara dia tak pernah menganggap mbak Ismi sebagai menantunya. Disisi lain baru satu tahun lagi kedepannya jangankan nyamuk menggigit lengan mbak Ismi, lalat hinggap saja akan sulit.
    Selamat kepada mbak Ismi bukan dari sisi carnavalnya tetapi karena penyampaiannya
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Tradisi Pernikahan Masyarakat Pulau Dewata =-.

  2. Wah, tulisannya sangat sederhana Mba, asyik di baca, singkat dan berhikmah. saya sendiri sering di sebut menantu oleh mertua saya ketika di kenalkan sama orang. bagi saya tak masalah sih…wong nyatanya menantu, he…

    Mungkin Mba Ismi ini mendapat kasih sayang yang lebih dari yang lainnya yang hanya di sebut ‘menantu’, alangkah bahagianya mempunyai orang tua kandung dan mertua yang sangat menyayangi Mba Ismi.

    selamat.

  3. Bahagia dan beruntungnya Ismi, mempunyai ibu mertua yg penuh kasih sayang.
    Alhamdulillah, bunda juga punya ibu mertua yg semasa hidupnya penuh dgn
    perhatian dan kasih sayang, sama seperti ibu mertua Ismi.
    kita adalah menantu2 yg beruntung.
    namun, sekarang beliau telah almarhumah hiks………….hiks………..
    Semoga Allah swt selalu menyayangi beliau, amin.
    Semoga kita sebagai ibu, bisa menjadi ibu2 mertua kelak seperti beliau2 ini, ya Ismi.
    salam hangat utk ibu mertua tercinta.
    salam.
    .-= bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Wake Me Up. =-.

  4. Selamat untuk Ismiiii..!!! **semoga Ismi lagi ga banyak tugas kuliah, biar bisa jawab komeng**

    Alhamdulillah Ismi, indah sekali..
    takkan sanggup ibu untuk menolak cintamu
    Ismi begitu lembut dan penuh cinta

    Siapapun beliau.. ibu kita, ibu mertua.. bila dihadapi dengan cinta akan menghasilkan cinta

  5. salam kenal ismi.. selamat ya..artikelnya terpilih..

    *waktu saya menikah, ibu dari suami saya waktu itu sudah meninggal…tak sempat saya mengenal sosok beliau, tetapi dengan bapak mertua – saya memanggilnya ‘mama’- saya sangat dekat…sebagai penggantinya, saya menjadikan kakak ipar terbesar sebagai ibu.. dan jika kami pepergian, beliau tidak pernah menyebut saya adik ipar..tapi..’ini adik saya’ (hingga kini, walau suami saya sudah alm sejak 4 thn lalu….)
    Ya begitulah… bagaimana kita diterima tampaknya tergantung dari bagaimana kita bersikap..apalagi di depan ibu/kakak dari suami kita… bagi saya, bagaimanapun karakter ibu mertua/kakak ipar, saya harus ada di posisi mengalah..

    ibu nya ismi tampaknya sangat lembut..(begitu juga ismi.. ) salam hormat untuk beliau…
    .-= ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Dokumentasiku =-.

  6. Cerita mbak Ismi sama dengan Istri saya, ibunda begitu sayang sama istri, bahkan kadang membuat kami anak-anaknya menjadi iri, ibu selalu mau mendengarkan semua yang disampaikan oleh istri. Dan bagusnya saya sering “memanfaatkan” istri agar membujuk beliau untuk segera berobat kalau sakit ( contoh ).
    BTW, mungkin inilah hikmahnya punya istri orang jawa.. 😆
    .-= aldy punya artikel menarik dengan judul ..Google Peduli Dengan Keselamatan Hutan Dunia =-.

  7. Mas Gus …
    Ini sungguh topik yang diluar perkiraan saya …
    Dalam bayangan saya … Minum teh dengan Ibu … akan berisi cerita tentang ibu kandung saja …

    Namun mbak Ismi berhasil membuat “terapi kejut” kepada saya pribadi …
    Mother in Law … Ini juga Ibu kita …

    Ah saya jadi ingat ibu mertua saya … almarhum …
    Beliau selalu memanggil saya dengan sebutan “Sutan” …
    Sebuah sebutan kehormatan seorang mertua kepada menantunya …

    Ah …
    Maaf mas Gus … saya menangis … saya ingat Almarhumah ibu mertua saya … yang juga sangat saya cintai …

    “Mak … baa kaba Mak …”
    “Ambo taragak jo randang amak …”

    “Ya ALLAH … bahagiakanlah beliau di surga sana …”

    Salam saya Mas Gus
    Dan terima kasih telah mengangkat tulisan yang sederhana namun inspiratif ini …
    .-= nh18 punya artikel menarik dengan judul ..HIDUP INI INDAH =-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s