Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#2)

Kalau Nanti Jadi Ibu

Oleh: Sari Ajah

“Kamu sekarang bisa ketawa, coba kalau nanti sudah jadi Ibu.”

Saya seketika berhenti tertawa. Ibu saya iniii… Paling tahu bagaimana cara memberhentikan tawa saya dan membuat saya berpikir. Saya serius. Seketika itu saya memikirkan kata-kata Ibu.

Kalau nanti jadi Ibu, apa iya saya jadi seperti Ibu yang…..

  1. Protektif?!
    Saya paling malas kalau Ibu sudah mengeluarkan ajian protektornya. Rambu-rambu larangan ini itu pasti dikeluarkan. Dilarang pulang lebih dari jam 9 malam, dilarang makan seafood setelah februari tahun ini saya divonis alergi seafood, dilarang ngebut, ampe dilarang belanja-belanja yang gak penting. Aduh, Ibuuuu.. Lebay deh..
  2. Diktator?!
    Iya looo.. Seorang Ibu punya kemampuan untuk menjadi diktator, mengalahkan para pemimpin negeri. Kalau Ibu bilang saya HARUS minum susu tiap pagi, saya jelas gak bisa nolak. Ibu bilang saya HARUS ikut ke arisan keluarga, mau seberapa membosankannya juga saya gak mungkin nolak.
  3. Bawel?!!
    Ilmu bawel ini entah kenapa secara otomatis diturunkan kepada wanita-wanita tepat setelah mereka punya anak. Saya juga heran. Mbah putri, budhe, dan saudara-saudara saya selalu berkomentar bahwa Ibu saya seorang yang pendiam…… duluuuuu. Sekarang? Hihihihi..

Kalau nanti saya sudah jadi Ibu, bagaimana yaaa?

“Plakkk”

Pikiran saya buyar sore itu. Saat duduk di depan televisi bersama Ibu, menikmati biskuit coklat. Ibu mengibaskan tangan. “Tadi ada nyamuk di deket tanganmu.. Makanya Ibu pukul, biar ga gigit kamu..” begitu kata Ibu. Hihihihi. Kalau begitu, saya sudah tahu jawabannya sekarang. Nantinya, kalau sudah jadi Ibu, saya juga pasti seperti Ibu.

  1. Protektif
    Jelas laaah. Bentuk protektif Ibu kepada anaknya menunjukkan betapa sayang beliau pada anak-anaknya. Tak tega anak-anaknya tersakiti, bahkan oleh seekor nyamuk pun. Dan untuk hal itu, saya ingin menjadi seperti Ibu.
  2. Diktator
    Dari sebelum lahir pun, Ibu sudah tahu apa-apa saja yang baik untuk janinnya. Memilih makanan, minuman, juga kegiatan-kegiatan yang baik untuk bakal anaknya. Jadi kalau Ibu menjadi diktator, pastilah demi kebaikan buah hatinya.
  3. Bawel
    Kalau seorang anak tidak disiplin, malas-malasan, atau melanggar aturan, bukan hal aneh kalau Ibu bawel. Wajar malah, untuk mendidik dan menjadikan anaknya lebih baik.

Masih sedikit sekali. Cuma tiga saja yang baru saya pikirkan kilat. Nah kaaan. Kebiasaan buruk seorang anak. Yang diingat di awal pasti bagian jeleknya. Padahal kalau Ibu, pasti deh yang beliau pertama kali pikirkan tentang kebaikan-kebaikan anaknya.

Hihihihi.. Maafkan anakmu ini, Bu. Padahal masih banyak sifat-sifat hebat Ibu seperti pemberi motivasi, telaten, jago masak, dan lain-lain. Senyum Ibu juga menyembuhkan. Terima kasih, Ibuku sayang.. Saya pun berdiri, berjalan menuju dapur. Sepertinya secangkir teh sempurna untuk melengkapi biskuit coklat dan obrolan sore kami.

 

Catatan Kyaine:
Sengaja artikel Sari Ajah ini saya hiasi dengan gambar Mrs. Molly Weasley – tokoh rekaan JK Rowling dalam serial Harry Potter. Mrs. Weasley digambarkan seorang ibu yang bawel, sok ngatur anak-anaknya, protektif tetapi ibu yang sangat baik hati dan pintar mengasuh anak-anaknya. Dengan cekatan ia siapkan sarapan pagi, beres-beres rumah bahkan mengurus sekolah anak-anaknya.
Kadang saya merindukan omelan ibu. Omelan ibu sebenarnya wujud dari rasa sayangnya. Misalnya, ibu mengomel karena saya main hujan-hujanan. Tetapi tidak lama kemudian, beliau akan segera mengambil handuk mengeringkan badan saya dan mengolesinya dengan minyak gosok untuk menghangatkan badan saya.
Lalu, bagaimana cara ibu mendidik Anda sehingga Anda menjadi orang hebat seperti sekarang ini? Bagikan pengalaman Anda. Suwun.

47 thoughts on “Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#2)

    • Hihihi
      Khilafnya seorang anak kan begitu, Mas..
      Dinasihati sedikit kadang sudah ngambek, berpikir yang bukan-bukan
      Ya saya ini contohnya
      Tapi langsung tersadar kok, Mas..
      Ada tangan, tutur, dan maksud kebaikan di dalamnya
      Matur nuwun telah diingatkan 🙂

      Salam takzim dari saya 🙂
      .-= Sari Ajah punya artikel menarik dengan judul ..Kalau Nanti Jadi Ibu =-.

  1. Pada dasarnya ibu saya sangat protektif, ngemongi dan Bawel (* kalau ini sih belum jadi ibu saja sudah bawel*), cuma kalau sudah marah…., bahkan setelah setelah sepuh seperti saat inipun kalau marah ampun dah…, but kasih dan sayangnya sepanjang hayat, lebih panjang dari langkah dan suapan nasi kemulut kita.
    .-= Aldy punya artikel menarik dengan judul ..Berempati saat sahabat berduka. =-.

  2. Kata orang sih jadi Ibu nggak bisa di bayangin Mba, banyak sesuatu yang baru ketika seorang anak perempuan kemudian menjadi Ibu. itu di tandai dengan melahirkan anak. melahirkan anak nggak bisa di bayangin, bisanya ya di rasakan. begitu juga seterusnya, awal jadi Ibu saja sudah banyak kejutan yang dulu pernah terlintas seperti inilah dan seperti itulah….
    .-= Badruz punya artikel menarik dengan judul ..$uccess Stories =-.

  3. Selamat buat Sari! tulisannya bagus.. 🙂

    Ibuku juga adalah mrs. weasley itu, semasa SMP adalah puncak pemberontakanku terhadap ibu gara-gara 3 poin yang Sari tulis di atas. Apalagi kami sedari kecil tanpa ayah, sehingga aku merasa ibuku lebih mrs. weasley dari pada mrs.weasley sendiri

    Hal yang paling aku inginkan waktu itu adalah bisa segera kuliah dan jadi anak kost agar bebas dari pengawasan Ibu, yang kemudian menjadi kenyataan.. aku hrs menyeberangi pulau terpisah dari ibuku. Dan hal pertama yang aku lakukan setelah sampai di seberang adalah : minta pulang! karena ternyata aku tak mau berada jauh dari ibu..
    .-= nakjaDimande punya artikel menarik dengan judul ..PPC oh PPC : Ssttt… =-.

  4. buat sari… selamat ya.. tema tulisannya bagus.. ( blog nya sobat2 membuat saya terkagum-kagum.. )

    ** seingat saya, saya tidak pernah dimarahi mamah ( juga apih ).. hmm.. napa ya..? heheh.. kayaknya saya emang ga neko-neko.. ? atau emang mereka sabar kalo dengan anaknya yg satu ini.. ? heheh.. yang jelas, kalo ortu marahin anaknya pasti karena sayang.. saya juga gitu ke anak saya… 🙂
    .-= ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Maaf Aku untuk Mama =-.

  5. membaca nama saya di atas..
    aaaaaaaaah..
    iya itu benar nama saya 😀

    Alhamdulillah..
    bahkan gara-gara ‘omelan’ Ibu, tulisan saya bisa masuk karnaval blog ini
    Ibu saya memang hebat
    *cium2 Ibu*

    matur nuwun buat Oom Guskar yang sudah memilih tulisan saya 😀
    .-= Sari Ajah punya artikel menarik dengan judul ..Kalau Nanti Jadi Ibu =-.

  6. tulisannya bagus banget 🙂
    saya juga terkadang suka berpikiran negatif terlebih dulu kalau ibu sudah mulai ini-itu, tapi pada akhirnya setelah saya mengerti maksud ibu, saya malah jadi bersyukur sekali dengan ini-itu-nya ibu. seorang ibu tidak pernah berniat buruk terhadap anaknya, yang ada hanyalah niat baik dan rasa sayang 😀
    .-= ningrum punya artikel menarik dengan judul ..lelah =-.

    • matur nuwun pujiannya, Mbak 🙂
      saya juga bersyukur dulu sering dapet omelan-omelan Ibu
      kalau tidak, saya pasti tidak akan seperti sekarang ini 🙂
      semoga kita mampu mengambil pesan baik di balik tiap tindakan ya, Mbak 🙂

  7. yg pasti, ibu mendidik saya menjadi wanita yg mandiri. bisa cari nafkah sendiri agar kelak tidak tergantung pada suami. bahkan bisa membantu suami membiayai rumah tangga.
    .-= fanny punya artikel menarik dengan judul ..PERAGAAN CACING =-.

  8. Salam Takzim
    Mohon maap buat mbak Sari, saya pernah mendengar kiasan tentang Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
    Dan maknanya sungguh bagus, bahwa sifat dan tabiat orang tua akan turun kepada anak-anaknya.
    Semoga sifat dan tabiat ibunya mbak Sari bisa turun kepada mbak Sari juga ya
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Tradisi Pernikahan Masyarakat Pulau Dewata =-.

  9. Hehehehehehehehe………………..
    Memang ke-3 poin diatas selalu dimiliki setiap Ibu. Tetapi ketika aku mencoba renungkan kembali ke-3 poin diatas sebenarnya memberikan kebaikan bagi aku dan masa depanku.

  10. Ternyata ibu saya juga seperti deskripsi di atas. Dulu waktu kecil saya memang tidak tahu mengapa ibu begini mengapa begitu, namun setelah saya besar dan bisa berpikir sendiri baru tahu ternyata di bali semua itu ada maksudnya. Terima kasih, tulisan yang menginspirasi.
    .-= mandor tempe punya artikel menarik dengan judul ..ESD (part II) =-.

  11. Omelin Ibu baru kita rasakan sekarang…
    Dulu main ke kali nggak boleh,main sepak bola nggak boleh,dll
    Maklum ogut anak semata wayang dan paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing nganthenkx pwol
    Mantap mantap mantap
    Selamat Hajah Sari
    Salam hangat dari Surabaya

    • kalo orang tua saya sering bilang sih, ‘kadang anak gak ngerti gimana maksud orang tuanya..’
      kalo saya sering jawabnya, ‘lebih sering lagi Ibu-Ayah yang gak ngerti maksud anaknya…’

      dan sampailah saya pada suatu kesimpulan, seiring berjalannya waktu, bahasa orang tua – anak sepertinya berbeda.. jauh berbeda di banding saat janin masih berada di dalam kandungan.
      saat2 itu sepertinya, janin sudah mengerti apa2 yang dikonsumsi Ibunya demi kebaikannya.
      pun begitu dengan Ibu yang mengandung dan bakal Ayah..
      si janin rewel atau aneh2, keduanya sudah mengerti

      jadi sebenarnya…
      masalahnya sederhana..
      tinggal dicari saja bahasa orang tua – anak yang sepaham 😀
      .-= Sari Ajah punya artikel menarik dengan judul ..MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 : Jelas Berbeda di Desa =-.

  12. Selamat buat mbak Sari Ajah..
    Aku hanya berpikir sebagai anak (karena aku tidak akan jadi Ibu 😆 ), betapa keinginan bebas (eksplorasi)seorang anak kadang berbenturan dengan pola orang tua yang diktator.
    Tidak semua Ibu atau orang tua diktator (mereka perlu belajar sama Kyaine), karena jaman sekarang justru pendekatan wawasan dan ruang gerak anak lebih diutamakan dengan membuka jalur “komunikasi yang nyambung”.
    Keinginan anak lebih banyak tidak sama dengan keinginan orang tua. Khusus untuk anak laki-laki beri toleransi yang lebih besar (biarkan dia terjatuh dan mencoba bangun sendiri) kelak akan memiliki sikap gigih dalam masanya. Protektif membuat anak selalu dalam kondisi aman, apakah Ibu atau orang tua selalu ada disampingnya?
    Semoga menjadi Ibu yang bijak dan menyediakan sorga bagi anak-anaknya.
    .-= Vyan RH punya artikel menarik dengan judul ..Ketika Vyan harus Memilih =-.

  13. ih bener bangeet. saya juga sempet tuh punya catetan – catetan kaya gitu;
    “kalau udah jadi ibu maunya begini – begitu..”

    makin ber umur, makin sadar saya kenapa ibu (mamah saya dalam hal ini) bisa berbuat begini – begitu,
    pasti ada alasan di baliknya.
    .-= ais ariani punya artikel menarik dengan judul ..selamat tahun baru hijriah !!! =-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s