Sihir Sehari-hari

“Bagaimana caranya saya bisa melihat alam ghaib?”

Seorang muallaf bertandang ke rumah, membuka kalimatnya dengan pertanyaan di atas. “Di agama yang lama, alam ghaib begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara di agama ini, hanya yang kasat mata yang berlaku.”

“Mendekatlah,” kata Bapak, “lebih dekat lagi, biar saya bisa menampar Anda sampai klenger.”

Muallaf itu menjauh dengan sopan dari jangkauan Bapak, dan tetap penasaran, “Maaf, pak, apa saya salah omong?”

“Kalau klenger, Anda sudah masuk alam ghaib. Kalau tidur, Anda masuk alam ghaib. Saat mati, Anda juga ke sana. Mau coba cara yang mana dulu?”

“Tapi kata orang pintar, alam ghaib bisa dimasuki dengan cara lain, Pak, seperti meditasi, sesajen, mantraโ€ฆ”

“Orang-orang itu bohong atau amatir,” kata Bapak, nada suaranya semakin mendekati gemas menghina.

“Tapi mereka mampu, pak,” kata muallaf, nada suaranya sopan, menekan gemas terhina. “Hanya dengan komat-kamit atau menari-nari di atas kuburan.”

“Berpindah antar-dimensi membutuhkan tenaga,” bujuk Bapak dengan nada mengalah, “Sebelum lahir, ayah mengejan untuk memindahkan roh dari alamnya ke rahim. Saat dilahirkan, ibu bertaruh nyawa untuk memindahkan anak dari rahim ke dunia. Sejalan dengan rumus fisika paling dasar, semakin besarย  wujud Anda, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk pindah antara alam.”

Karena sang muallaf masih tekun mendengarkan, Bapak meneruskan, “Sihir adalah reaksi kimia antara dua alam, yang terjadi dengan katalis berupa sajen atau mantra. Sekedar dengan komat-kamit, Anda mungkin bisa menyupang kafan bekas, sementara dengan sajen darah ayam, Anda bisa berjalan di atas api. Bayangkan sendiri sajen apa yang mereka bayarkan untuk santet yang melukai orang lain, saya malas menyebutkannya di sini.”

“Bukankah yang Bapak sebutkan itu semua sihir hitam? Bagaimana dengan yang putih?”

“Tadi kan sudah saya tawarin, mau klenger, tidur apa mati? Sihir putih, yang direstui dan diberkati Tuhan, terjadi setiap hari tanpa kita perhatikan, boro-boro mau dikagumi. Bumi yang tak pernah macet keliling, nasi yang pasrah dicerna, udara yang keluar-masuk badan menyambung nyawa; semuanya merupakan keajaiban sihir putih yang paling agung. Selama kewajaran masih diremehkan, tidak banyak keagungan yang dapat kita harapkan dari alam ini, maupun berikutnya.”

Hidup wajar adalah keajaiban Ilahiah; kapan kali terakhir Anda sadar dan mensyukurinya?

_________________________________________________________________________
Tentang penulis artikel ini. Hning tinggal bersama ayah pungutnya di Brebes, Jawa Tengah. Lepas dari kebiasaan menguping percakapan orang lain untuk bahan tulisan, Hning dapat ditemukan menghasut (lebih lancar) dalam bahasa Inggris di blognya.

22 thoughts on “Sihir Sehari-hari

  1. Lihat tulisannya, mirip dari orang santri terpelajar macam Cak Emha. Keajaiban yg dilihat sehari2 menjadi serasa tdk ajaib. Sama dgn nikmat sehat, tiap hari dirasakan, tp hampir tak diakui sbg anugerah bagi yg menikmatinya … lupa bersyukur. Bayangkan jika sehari saja nikmat itu dicabut … misal : sakit boyok sampeyan kumat … duduk salah … tidur gak enak … jalan jd membungkuk … Mau dicoba?

  2. selalu berusaha sadar dan berucap syukur atas apa yang udah Allah berikan
    ( termasuk saat saya masih bisa baca postingan Pak Gus ) ๐Ÿ™‚

  3. tanpa sadar sebenarnya kita ini hidup di alam ghaib…
    alam yang hanya di isi oleh makhluk ghaib…

    lihatlah betapa banyaknya makhluk yang tanpa sadar
    melakukan hal-hal yang sebenarnya/ biasanya
    dilakukan oleh makhluk ghaib.

    ๐Ÿ˜ฆ

  4. @bibit m ~ saya ceritakan ke Ybs komentar Anda ttg Cak Emha, beliau malah ngomel, “anak itu kejawen!”.

    @senoaji ~ balsem bisa bikin acara ngelus jadi dada lebih ajaib lho!

    @hasannuh ~ hal-hal ghaib seperti apa yang dilakukan mahluk kasat mata?

    @senny, @achoey & @nia ~ Alhamdulillah; semoga selalu. ๐Ÿ˜€

  5. artinya memang ada orang yang mampu hidup di dua alam itu. dan itu menjadi satu nilai lebih buat dia di mata orang2 awam.
    untung muallafnya sabar, kalo ndak sudah kabur jauh sebelum ditampar sampai klenger… ๐Ÿ˜€

  6. @Hobby and Technology ~ Sampai ada istilah “makan ati” ya?

    @noe ~ emang ada? *mata Hning melotot lebar-lebar, penuh rasa ingin tahu*

    @kangtatang ~ Amin, semoga berguna

    @Blogger Senayan & @joe ~ masa sih?

    @Daiichi ~ ๐Ÿ™‚

  7. Betapa dangkal pengetahuanku, definisi ghaib saja masih versi diriku. Versinya bocah ingusan.
    Bagi saya, penulis postingan ini dan para komentator selain Saya adalah sebagian dari makhluk ghaib. Dan ga ghaib lagi kalo seandainya kita kopdar.
    Begitupun alam ghaib, akan jadi ga ghaib lagi bila Saya masuk ke dalamnya.
    Definisi yang ngawur… maaf ya.. ma’lum bocah ingusan. ๐Ÿ˜€

  8. @Hning
    kan di artikelnya sendiri sudah bercerita.
    di kalimat ini : โ€œBerpindah antar-dimensi membutuhkan tenaga.” dapat diambil kesimpulan bahwa ada orang yang bisa hidup di dua dimensi itu dengan memanfaatkan tenaga tertentu.
    salam

  9. semoga mereka yang senang akan acara yang ghaib-sihir-aneh bisa mulai bertanya apakah arti dari itu semua, sehingga mereka bisa tahu yang sebenarnya, tidak hanya bisa melihat (menonton) yang belum tentu kebenarannya… good article!

  10. @snepylone ~ YarhamukAllah. ๐Ÿ™‚

    @Acha ~ Sama, saya juga masih pilek; oh, dan definisi Anda telak. *ngacung ibujari kanan-kiri*

    @~noe~ ~ Jika tidak khawatir merembet kemana-mana, saya tergoda ingin membahas tentang “tenaga” itu lebih jauh. Tapi mungkin di lain waktu. Sederhananya, jika sumber tenaga itu tidak Maha Kekal, berarti harus terus-menerus diperbarui/ditambah. Betul?

    @Nursohib & @wahyu ~ Terima kasih, semoga bermanfaat.

  11. Salam
    Tak ada benar-benar sepele di dunia ini ya, hanya saja terkadang tak menyadarinya.
    btw salam kenal, trims sudah mampir di NDC (nenyok dot com)
    Semangat!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s